Maaf..
Aku hanya bisa merasakannya tanpa bisa menterjemahkannya dalam bentuk kata..
Ternyata bahasaku terlalu terbatas untuk sekedar mengartikan atau bahkan merangkainya menjadi sebuah kalimat yang bisa dimengerti untuk ku maknai sendiri..
Indah parasmu, pesonamu yang menguap diudara berbisik lirih menggenapi separuh nafasku.
Dan sekali lagi,
Maaf..
Aku hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk berumah dihatimu.
Karena disanalah aku ingin selamanya berada.